PERCOBAAN
III
PENETAPAN
KADAR LOGAM ZINK (Zn) DALAM SUPLEMEN SECARA SSA (SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM)
1.
TUJUAN
Tujuan dari percobaan
ini adalah:
1. Mahasiswa
dapat menjelaskan prinsip dasar Spektrofotometri Serapan Atom dan aplikasinya.
2. Mahasiswa
dapat menjelaskan alasan unsur logam zink dapat dianalisis dengan metode
Spektrofotometri Serapan Atom.
II.
TINJAUAN
PUSTAKA
II.1 Dasar Teori
Peristiwa
serapan atom pertama kali diamati oleh Fraunhofer, ketika mengamati garis-garis
hitam pada spectrum matahari. Spektroskopi serapan atom pertama kali digunakan
pada tahun 1955 oleh Walsh. Spektroskopi serapan atom digunakan untuk analisis
kuantitatif unsure-unsur logam dalam jumlah sekelumit (trace) dan sangat kelumit
(ultratrace). Cara analisis ini memberikan kadar total unsur logam dalam suatu
sampel dan tidak tergantung pada bentuk molekul dari logam dalam sampel
tersebut. Spektroskopi serapan atom didasarkan pada penyerapan energi sinar
oleh atom-atom netral dan sinar yang diserap biasanya sinar tampak atau
ultraviolet. Dalam garis besarnya prinsip spektroskopi serapan atom sama saja
dengan spektrofotometri sinar tampak atau ultraviolet. Perbedaannya terletak
pada bentuk spectrum, cara pengerjaan sampel dan peralatannya. Metode
Spektroskopi serapan atom (SSA) mendasarkan pada prinsip absorbsi cahaya oleh
atom. Atom-atom akan menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu,
tergantung pada sifat unsurnya (Gandjar & Rohman, 2007).
Spektrofotometri molekuler pita absopsi inframerah
dan UV-tampak yang di pertimbangkan melibatkan molekul poliatom, tetapi atom
individu juga menyerap radiasi yang menimbulkan keadaan energi elektronik
tereksitasi. Spectra absorpsi lebih sederhana dibandingakan dengan spectra
molekulnya karena keadaan energi elektronik tidak mempunyai sub tingkat vibrasi
rotasi. Jadi spectra absopsi atom terdiri dari garis-garis yang jauh lebih
tajam daripada pita-pita yang diamati dalam spektrokopi molekul (Underwood,
2001).
Metode Spektrofotometri Serapan Atom mendasarkan
pada prinsip absorbsi cahaya oleh
atom. Atom-atom akan menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu, tergantung
pada sifat unsurnya. Larutan sampel diaspirasikan ke dalam nyala, dan element sampel
diubah menjadi uap atom. Beberapa dieksitasikan oleh nyala, tetapi sebagian
besar berada dalam keadaan dasar. Atom-atom dalam keadaan dasar ini dapat
mengabsorbsi radiasi yang diberikan oleh sumber khusus (hollow cathode lamp)
yang terbuat dari element tersebut. Panjang gelombang radiasi yang diberikan
oleh sumber sama dengan yang diabsorbsi atom-atom di dalam nyala (Salbiah,
2009).
Spektrofotometer serapan atom adalah
suatu alat analisa untuk penentuan unsur-unsur logam dan metalloid yang
berdasarkan pada penyerapan radiasi oleh atom-atom bebas tersebut. Alat ini
sangat spesifik dimana batas deteksinya sangat rendah, dari satu larutan contoh
dapat ditentukan langsung unsur lain tanpa pemisahan terlebih dahulu dan output
data dapat dibaca langsung sehingga bersifat sangat ekonomis, dengan
penyederhanaan prosedur dan efektivitas waktu terutama dalam analisa logam-logam
berat (Tarigan, 1990).
Spektrofotometri serapan atom adalah
suatu metode analisis untuk menentukan konsentrasi suatu unsur dalam suatu
cuplikan yang didasarkan pada proses penyerapan radiasi sumber oleh atom-atom
yang berada pada tingkat energi dasar (ground
state). Proses penyerapan energi terjadi pada panjang gelombang yang
spesifik dan karakteristik untuk tiap unsur. Proses penyerapan tersebut
menyebabkan atom penyerap tereksitasi, dimana elektron dari kulit atom meloncat
ke tingkat energi yang lebih tinggi. Banyaknya intensitas radiasi yang diserap
sebanding dengan jumlah atom yang berada pada tingkat energi dasar yang
menyerap energi radiasi tersebut. Dengan mengukur tingkat penyerapan radiasi
(absorbansi) atau mengukur radiasi yang diteruskan (transmitansi), maka
konsentrasi unsur di dalam cuplikan dapat ditentukan (Boybul et all, 2009).
Spektrofotometri serapan atom dapat
mengukur kadar logam dalam jumlah sangat kecil dengan hasil yang akurat karena
didasarkan pada serapan cahaya oleh atom yang sama dengan elemen yang ada
didalam lampu katoda, sehingga cahaya dari lampu katoda akan terabsorbsi.
Tingkat absorbsinya akan tergantung pada jumlah konsentrasi atom yang terdapat
dalam larutan sehingga hasil yang diperoleh dapat dibandingkan dengan larutan
standar yang telah diketahui konsentrasinya (Marzuki, 2013).
II.2 Uraian Bahan
2.1.1 Aquadest
Nama Resmi : Aqua
destilata
Nama Latin : Dihidrogen
Monoksida
Struktur Kimia : H2O
Pemerian :
Cairan jernih; tidak berwarna; tidak berbau;
tidak
mempunyai rasa
Kelarutan :
Dapat bercampur dengan
alkohol
Indikasi :
Pelarut
BM : 18, 02
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup baik
( Depkes RI, 1979
).
2.1.2 Asam
Klorida
Nama Resmi :
Acidum hidrochloridum
Nama Latin :
Asam Klorida
Struktur
Kimia : HCl
Pemerian : Cairan tidak berwarna, berasap dan bau
merangsang. Jika diencerkan dengan 2
bagian air, asap dan bau hilang.
Kelarutan : Larut dalam air dan etanol
Indikasi : Sebagai pereaksi
BM : 34,46
Penyimpanan
:
Dalam wadah tertutup
( Depkes RI, 1979 )
2.1.3 Zink
Nama Resmi : Zink
Nama Latin : Seng
Struktur Kimia : Zn
Pemerian :
Logam putih kebiruan, logam ini ditempa diantara 100-1500C
Kelarutan :
Larut dalam asam
klorida encer
Indikasi :
Sebagai sampel
BM : 65, 40
Penyimpanan :
Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari
cahaya.
( Depkes RI, 1979
).
III.
PROSEDUR
PENETAPAN KADAR
III.1 Asam
Klorida
Masukkan
ke dalam labu bersumbat kaca yang telah ditera yang berisi 20 ml air, masukkan
3 ml zat uji yang diukur saksama, encerkan dengan 25 ml air. Titrasi dengan
natrium hidroksida 1 N menggunakan indikator larutan merah metil P. 1 ml
natrium hidroksida 1 N setara dengan 36,46 mg HCL (Depkes RI, 1979).
III.2 Zink
Pada
larutan garam seng yang jika perlu dibuat dengan penambahan asam klorida P,
tambahkan larutan alkali hidroksida, terbentuk endapan putih yang larut dalam
larutan alkali hidroksida berlebih; larutan tetap jernih pada penambahan
larutan ammonium klorida P tetapi memberikan endapan putih bergumpal pada
penambahan larutan natrium sulfide P (Depkes RI, 1995).
IV.
PRINSIP
IV.1 Prinsip Kerja
Prinsip
kerja pada percobaan kali ini adalah pembuatan larutan baku kerja, preparasi
sampel dengan cara digesti basah, preparasi sampel dengan cara digesti kering,
dan pemeriksaan serapan dengan spektrofotometer serapan atom.
IV.2 Prinsip
Instrumen
Prinsip
instrument spektrofotometri serapan atom dalah dapat mengukur kadar logam dalam
jumlah sangat kecil dengan hasil yang akurat karena didasarkan pada serapan
cahaya oleh atom yang sama dengan elemen yang ada di dalam lampu katoda,
sehingga cahaya dari lampu katoda akan terabsorpsi. Tingkat absorpsinya
tergantung pada jumlah konsentrasi atom yang terdapat dalam larutan sehingga
hasil yang diperolah dapat dibandingkan dengan larutan standar yang telah
diketahui konesntrasinya (Khopkar, 1990).
V.
ALAT
DAN BAHAN
V.1 Alat
Alat
– alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah :
1.
Batang pengaduk
2.
Labu ukur 100 ml; 10 ml
3.
Cawan porselen
4.
Gelas beker 250 ml
5.
Kaca arloji
6.
Sendok tanduk
7.
Gelas ukur 25 ml
8.
Pipet ukur 5 ml
9.
Furnace
10.
Propipet
11.
Instrumenta SSA
12.
Tabung reaksi
13.
Rak tabung reaksi
14.
Pejepit kayu
15.
Lampu spiritus
16.
Kaki tiga
17.
Corong buchner
18.
Mortar dan Stamper
19.
Corong kaca
20.
Pipet tetes
V.2 Bahan
Bahan – bahan yang
digunakan dalam percobaan ini adalah :
1.
HCl 0,5 N
2.
HCl pekat
3.
Aquadest
4.
Kertas saring whatmann
5.
Sampel suplemen zink
6.
Baku standar zink
Depkes, RI. 1995. Farmakope Indonesia Edisi ke IV. Departmen Kesehatan Republik Indonesia,
Jakarta.
Depkes, RI.1979. Farmakope Indonesia
Edisi ke III.Depertemen
Kesehatan Indonesia.Jakarta .
Gandjar. I. G. & A. Rohman. 2007. Kimia Analisi Farmasi. Pustaka
pelajar,Yogyakarta.
Khopkar,
S. M. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Erlangga.
Jakarta.
Tarigan, G.H. 1990. Pengajaran Bahasa Komunikatif. FPBS IKIP
Bandung. Underwood, A.L. dan Day R.A. 2001. Analisa Kimia Kualitatif Edisi Keenam.
Jakarta: Erlangga.
Salbiah, Putra.E.De.L., Chalikuddin Aman. 2009. Analisis Logam Pb, Cd, Cu, dan Zn dalam Ketam Batu, dan Lokan Segar yang
Berasal dari Perairan Belawan Secara Spektrofotometri Serapan Atom. Makalah kdokteran nusantara.
Vol 42, No 21.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar