Judul : “pengembangan nano fotonik dan Optical coherence tomography (OCT) dengan memanfaatkan sistem fotonik”
A. Pengembangan Nano Fotonik
fotonik adalah bidang yang mengkaji inte
cahaya dengan materi yang merupakan
teknologi kunci abad 21. Teknologi fotonik berperan
sangat vital bagi pengembangan teknologi komunikasi dan informasi,
penerangan, manufacturing, life
science dan kesehatan di dunia. Teknologi ini akan
menjadi tren penelitian dunia, khususnya di negara- Nanoteknologi
merupakan teknologi yang akan mempengaruhi segala aspek kehidupan negara maju. Nanoteknologi adalah teknologi yang mampu mengerjakan dengan ketepatan
lebih kecil dari satu mikrometer (seperjuta meter). Pengertian yang terkandung
dalam kata nanoteknologi yang berkembang saat ini tidak lebih dari sekadar
miniaturisasi dalam skala nanometer (sepermiliar meter), tetapi istilah
teknologi dengan aplikasi yang sangat luas ini melingkupi hampir di seluruh kehidupan
manusia. Keberhasilan penemuan materi baru sangat mempengaruhi inovasi
teknologi nanofotonik. Materi yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai
bahan dasar devais fotonik adalah polymer, lithium niobate(LiNbO3),
dan semikonduktor (Singh, 1996). Beberapa inovasi teknologi fotonik yang berkembang
saat ini adalah:
1. Pengembangan Lampu LED (light
emiting diode) yang Hemat Energi
Pengembangan nanofotonik dengan
bahan dasar semi konduktor tipe III-V mampu memberikan ruang untuk inovasi
teknologi dan pengembangan model matematika. Pengembangan lampu LED yang
menghasilkan cahaya dari perubahan arus listrik dengan energi yang dibutuhkan
jauh lebih kecil dibandingkan dengan bola lampu. Spektrum yang dihasilkan oleh
LED adalah spektrum kontinyu dari inframerah sampai dengan ultraviolet. Dalam beberapa
tahun mendatang, bola lampu akan diganti dengan LED yang hemat energi dan
memiliki waktu hidup yang cukup lama.
2. Laser Diode sebagai Sumber
Komunikasi Optik dengan Lalu Lintas Orde Tera byte.
Pengembangan Sistem Komunikasi
Optik (SKO) telah menghasilkan terobosan besar dalam bidang teknologi
informasi. Sistem komunikasi ini dapat mengirimkan data lebih dari
1.000.000.000.000 (Terabit) tiap detik dan berbagai macam informasi secara
serentak, namun jaringan dan daya jangkau layanannya pun meluas hingga lintas benua. Hal ini dikarenakan saat ini SKO
merupakan satu-satunya sistem komunikasi yang menggunakan gelombang cahaya (light
waves) sebagai pembawa informasi tersebut (M.O Tjia, 2002), disamping telah
menggunakan sumber laser semikonduktor moda tunggal (single-mode) dan
sistem serat optik jenis EDFA (erbium doped fiber amplifier) yang mampu
memperkuat sinyal optis secara mandiri (Sudo,1997), juga dilengkapi dengan
sistem pembangkit pulsa soliton yang memungkinkan bentuk pulsa informasi tetap
stabil sampai jarak ratusan km. Peningkatan kapasitas informasi
yang dapat dikirim melalui SKO ini tidak terlepas pula dari keberhasilan dalam
melakukan pengolahan informasi dengan kecepatan tinggi (> 10 GHz).
Performansi operasional SKO
semakin handal setelah devais/piranti fotonik pendukungnya berhasil dibuat
secara terintegrasi dalam bentuk rangkaian optika terpadu. Devais-devais
fotonik tersebut umumnya dikelompokkan atas devais yang bekerja secara pasif
dan aktif.
Devais fotonik pasif adalah
kelompok devais yang operasionalnya tidak tergantung pada pengaruh luar
(misalnya penerapan tegangan operasi). Yang termasuk kelompok devais pasif ini
antara lain adalah :
a. devais WDM (wavelength
demultiplexer/multiplexer) yang berfungsi sebagai devais penggabung dan pemisah
berbagai panjang gelombang (Rohedi,1997).
b. Polarisator sebagai devais
pemisah tingkat polarisasi cahaya modus transverse elektrik (TE) dan
modus transverse magnetic (TM) (Amalia dkk,1993)
c. modulator sebagai devais pemodulasi
pulsa (Danelsen,1984), dan
d. filter panjang gelombang (Chi Wu
dkk,1991).
Sebaliknya, devais fotonik aktif operasionalnya sangat tergantung pada
pengaruh luar (intensitas berkas optik masukan), termasuk kelompok devais aktif
ini adalah devais-devais gerbang logika optik NOT, AND,
OR, NAND yang berfungsi sebagai pensaklar secara optik (Pramono dkk., 2000).
Pembuatan devais-devais optik
dalam bentuk rangkaian optika terpadu (integrated optics) tersebut
terealisasi di samping berkat kemajuan dalam bidang rekayasa struktur material,
juga karena berkembangnya teknologi lapisan tipis. Ini berarti, pengembangan
teknologi fotonik yang mendukung terciptanya sistem komunikasi optik
berkapasitas besar dan sistem pengolahan informasi optik berkecepatan tinggi
tersebut sangat bertumpu pada realisasi pembuatan devais optika terpadu.
3. Sumber Cahaya UV untuk Sterilisasi Air
Cahaya ultra violet memiliki
energi yang cukup tinggi dan dapat digunakan untuk membunuh kuman-kuman atau
bakteri. Spektrum cahaya ultra violet terletak antara panjang gelombang
100 sampai dengan 280 nanometer dapat digunakan untuk sterilisasi air
minum. Bakteri dan virus akan
menyerap energi cahaya, energinya bertambah, dan akhirnya ikatannya putus
sehingga tidak dapat berkembang biak. Untuk sterilisasi air minum dibutuhkan
cahaya yang memiliki panjang gelombang 265 Nanometer dan 280 Nanometer.
Diode ultra violet menghasilkan
cahaya dengan panjang gelombang terletak antara 210 sampai dengan 400
nanometer. Cahaya yang dipancarkan oleh diode ultra violet memiliki kelebihan
dibandingkan dengancahaya lampu air raksa yaitu intensitasnya lebih tinggi dan
distribusi cahayanya kontinyu. Disamping itu, diode ultra violet tidak
membutuhkan waktu untuk pemanasan dan membutuhkan arus listrik yang kecil
(ekonomis). Bandingkan dengan metode tradisional untuk membunuh kuman, air
dimasak pada suhu 65 Derajad. Proses pemanasan air ini dibutuhkan arus listrik
yang cukup besar.
4. Laser dengan Daya Tinggi untuk Proses Pengelasan dengan Presisi yang
Tinggi.
Salah satu penggunaan penting
laser adalah untuk pengelasan dan pemotongan. Laser yang digunakan untuk
memotong harus memiliki daya minimal 100 Watt dengan panjang gelombang terletak
1064 nanometer. Untuk menghasilkan laser dengan daya yang tinggi dibutuhkan
material semikonduktor dengan dimensi yang kecil, sehingga dapat dengan mudah
dibawa ke beberapa tempat. Laser ini beroperasi secara kontinyu, dapat memotong
hampir semua bahan kalau berkas difokuskan .
5. Quantum optik untuk pengamanan data
Pengamanan data dengan
memanfaatkan foton di masa mendatang bukan sesuatu yang tidak mungkin. Foton
memiliki dimensi yang begitu kecil dan tentu saja tidak dapat diuraikan lagi.
Untuk dapat mengirim foton dibutuhkan sebuah laser diode dengan daya tertentu
secara pulsa hasilnya disebut sebagai quantum dot. Quantum
Information Science akan mendorong pengembangan inovasi dan teknologi
baru sebagaimana quantum computers, quantum materials, quantum
cryptography, quantum simulations danquantum algorithms. Eksperimen
quantum bersifat penelitian multidisiplin.
Dalam hal ini tidak hanya
universitas maupun lembaga penelitian yang menjadi pemain utama dalam
perencanaan dan pengembangan suatu teknologi, ada pemain lain yang turut
berperan, yaitu industri, pemerintah, investor,dan end-user.
Universitas maupun institusi penelitian mengemban tanggung jawab untuk memberi informasi
yang tepat tentang arah dan kebijakan penelitian yang baik dan bermanfaat bagi
kemajuan dan kemakmuran suatu negara.
pemilihan dan prioritas penelitian nanoteknologi untuk
dapat didanai khususnya yang mendukung keenam program unggulan pemerintah,
misalnya pengembangan nanobaja untuk transportasi, micro sensor untuk
MEMS/ NEMS, nano-polymeric self assembled monolayer, nano-katalis,
nano fotonik dll.
B. “Optical coherence tomography (OCT)
dengan memanfaatkan sistem fotonik”
1. Pengertian
TOMOGRAPHY (OCT) Optical
coherence tomography (OCT) adalah
teknik pencitraan diagnostik medis yang memanfaatkan fotonik (photonics) dan serat optik untuk
mendapatkan gambar dan karakterisasi jaringan
mata. Pada tomografi baru ini, saraf optik dan struktur retina digambarkan pada tingkat resolusi yang
sangat tinggi. Lapisan anatomi retina
dapat dibedakan dan ketebalan retina dapat diukur. OCT merupakan
alat diagnostik modern dengan teknik pencahayaan menggunakan resolusi tinggi untuk menvisualisasikan perubahan
yang terjadi akibat suatu penyakit
pada retina mata. Alat ini tidak kontak langsung
dengan bola mata sehingga dapat mengurangi efek samping yang merugikan mata.
2. Kelebihan dan Kekurangan
Pemeriksaan
OCT (Optical Coherence Tomography) untuk menilai lapisan-lapisan saraf penglihatan. Dilakukan pemeriksaan OCT
(Optical Coherence Tomography)
pada pasien untuk mengetahui kelainan pada lapisan-lapisan
saraf mata. Pasien diharuskan fokus melihat objek yang ada didalam alat hingga pemeriksaan selesai. OCT awalnya
diterapkan untuk pencitraan
dalam oftalmologi ( Swanson et al 1993 , Fercher et al 1993a) Kemajuan teknologi OCT telah memungkinkan untuk menggunakan OCT dalam berbagai aplikasi
. Aplikasi medis masih mendominasi
( Fujimoto et al 1995 , Fujimoto et al 1999a ,b , Bouma dan Tearney 2002a ) . Selain teknik topografi
permukaan terkait erat, hanya beberapa
aplikasi OCT non - medis telah diselidiki sejauh ini. Keunggulan spesifik OCT dibandingkan dengan
teknik optik alternative adalah :
1.
Resolusi kedalaman independen dari aperture sampel balok .
2. Gerbang
koherensi secara substansial dapat meningkatkan kedalaman probing dalam media
penghambur .
Keuntungan dari OCT dibandingkan dengan
modalitas pencitraan non-
optiknya yaitu:
1. kedalaman tinggi dan resolusi transversal,
2. kontak-bebas dan operasi non – invasif
3.Fungsi kontras gambar dependen.
Teknik kontras terkait didasarkan
pada pergeseran frekuensi Doppler,
polarisasi dan tergantung panjang gelombang - hamburan balik. Kerugian utama dari OCT dibandingkan
dengan modalitas pencitraan alternatif
dalam pengobatan adalah keterbatasan kedalaman penetrasi di media hamburan.
Selain itu didapati OCT memiliki perkembangan dalam penggunaannya seperti:
a. Pemanfaatan OCT di bidang oftalmologi.
Oftalmologi masih mendominasi
bidang OCT biomedis. Alasan yang paling penting untuk itu adalah transmitansi
tinggi dari media okular. Alasan lain adalah kepekaan interferometric dan presisi dari OCT yang
cocok, cukup baik dengan kualitas
optic dari struktur ofalmologi yang banyak. Selanjutnya adalah independensi resolusi kedalaman dari sampel balok aperture yang memungkinkan
sensitivitas tinggi struktur lapisan perekaman pada fundus mata (Puliafito
et al 1995). Oleh karena itu, OCT sudah menjadi alat rutin untuk
pemeriksaan pada khususnya, dari bagian posterior mata. Pada segmen
anterior mata OCT dapat membantu untuk menggambarkan dan mengukur rincian
patologi kornea dan perubahan struktural dari sudut ruang dan iris (Hoerauf et al, 2002).
b. Biopsi
OCT dan OCT fungsional, Biopsi eksisi memaksakan masalah seperti resiko sel kanker menyebar,
infeksi dan perdarahan. Biopsi optikal menjanjikan
untuk menilai jaringan dan fungsi sel dan morfologi in situ. OCT menawarkan properti seperti
resolusi tinggi, kedalaman penetrasi yang
tinggi, dan potensi untuk pencitraan fungsional dianggap sebagai prasyarat untuk biopsi optik. Standard
OCT dapat memperjelas morfologi jaringan
yang relevan (Fujimoto et al, 2000). Banyak penyakit, termasuk kanker pada tahap awal, membutuhkan resolusi
yang lebih tinggi untuk diagnosis
yang akurat (Bouma dan Tearney 2002b). Resolusi ultra-tinggi Oktober (Drexler et al, 1999), oleh karena
itu, merupakan langkah penting menuju
biopsi optik seperti (Fujimoto et al 1995).
c. OCT non-medis. Koherensi rendah
interferometri telah digunakan dalam t eknologi
produksi optik dan bidang teknis lainnya. Sebagai contoh, LCI atau 'gangguan cahaya putih' (Hariharan 1985)
telah digunakan selama bertahun-tahun
dalam metrologi industri, misalnya sebagai sensor posisi (Li et al pengukuran ketebalan lapisan tipis (Flourney
1972), dan untuk measurands lain yang
dapat dikonversi menjadi perpindahan (Rao et al
1993). Baru-baru ini, LCI telah diusulkan sebagai teknologi kunci untuk tinggi penyimpanan data kepadatan
pada cakram optik multilayer (Chinn dan
Swanson 2002).
3
. Manfaat
Manfaat penggunaan alat OCT dalam
bidang kesehatan tentunya sebagai penunjang atau penegak diagnosa. Namun,
dokter tidak dapat menegakkan diagnosa kepada pasien dengan penyakit mata hanya
dengan menggunakan pemeriksaan penunjang OCT ini, dalam arti OCT ini tidak
dapat berdiri sendiri dalam mempelajari pasien dengan penyakit mata. Dokter
mata yang menginterpretasikan hasil cross-sectional retina harus mempunyai
informasi lain yang membantu, seperti umur pasien dan tajam pengelihatan,
riwayat kesehatan, dan lan-lain. Oleh karena itu, interpretasi OCT yang bagus
memerlukan pengetahuan mengenai riwayat penyakit, pemeriksaan mata lengkap,
termasuk pemeriksaan biomikroskop, foto fundus, dan sebagainya. Dalam kasus
diabetes retinopati, alat ini digunakan sebagai modalitas pencitraan optik
berdasarkan gangguan, dan analog dengan USG. Hal ini menghasilkan gambar
penampang retina (B-scan) yang dapat digunakan untuk mengukur ketebalan retina
dan untuk menyelesaikan lapisan utama, memungkinkan pengamatan pada kebocoran,
pembengkakan. OCT dapat menjadi modalitas pemeriksaan bagi pasien DM untuk
mengetahui kelainan yang telah terjadi pada retina sehubungan dengan retinopati
diabetik, dimana dinilai ketebalan retina, ketebalan makula dan volumenya. Manfaat OCT juga dalam mendeteksi
membran epiretina, traksi vitreomakular, hialoid posterior dan detachment
foveola. Kelainan ini tidak dapat terlihat pada fluoresein angiografi.
Identifikasi kelainan ini penting untuk mendeteksi CSME dengan traksi
vitreomakular yang menjadi acuan untuk intervensi bedah segera. Berdasarkan
penelitian dari Johns Hopkins menyatakan bahwa MRI sebagai alat bantu
diagnostik sebagi alat yang sempurna yang mengukur hasil dari dari berbagai
jenis kehilangan jaringan daripada kerusakan khusus saraf itu sendiri, tetapi
dengan OCT dapat melihat persis bagaimana syaraf yang sehat berpotensi sebelum
gejala lainnya. Disaat melakukan pemeriksaan pasien dengan menggunakan OCT
sebaiknya pasien dan keluarga diberi penjelasan tentang prosedur yang akan
dilakukan. Pasien diberi gambaran tentang alat yang akan digunakan. Bila perlu
dengan menggunakan kaset video atau poster, hal ini dimaksudkan untuk
memberikan pengertian kepada pasien dengan demikian menguragi stress sebelum
waktu prosedur dilakukan. Dilakukan pemantauan melalui komputer dan pengambilan
gambar dari beberapa sudut yang dicurigai adanya kelainan.
a. Selama prosedur berlangsung pasien harus diam
absolut selama 10-15 menit.
b.
Pengambilan gambar dilakukan dari dagu meempel pada OCT dan mata tidak berkedip
beeberapa detik
c. Selama prosedur berlangsung perawat harus
menemani pasien.
d. Sesudah pengambilan gambar pasien dirapikan
Optical coherence tomography (OCT)
adalah teknik pencitraan diagnostik medis yang memanfaatkan
fotonik (photonics) dan serat optik untuk mendapatkan gambar dan karakterisasi jaringan mata.
Pada
tomografi baru ini, saraf optik dan struktur retina digambarkan pada tingkat
resolusi yang sangat tinggi dalam mengoperasionalkan alat kesehatan ini.
Lapisan anatomi retina dapat dibedakan dan ketebalan retina dapat diukur. OCT
memberikan kontribusi besar dalam bidang kesehatan yang dapat membantu dalam
menegakkan suatu diagnosa atu terapi laser. Prinsip kerja alat ini dimulai
dengan adanya alat koheren rendah yang berasal dari dioda superluminan (SLD)
yang digabungkan dengan interferometer fiber, yang kemudian dipisahkan oleh
serabut splitter pada suatu coupler menjadi ke jalur acuan (reference) dan sampel (measurement). Sinar
dikombinasikan dalam coupler dengan menggunakan cahaya pantulan (backscattered)
dari mata penderita. Kemudian kembali melalui retina dan mencapai detektor. Sinar yang terkirim ke reference arm (mirror)
akan dipancarkan sejajar oleh lensa pada keluaran reference arm. Setelah itu
direfleksikan dari cermin dan ditangkap kembali oleh lensa dengan
dikombinasikan dengan sinar sample arm. Sinyal yang terbentuk diamati jika
panjang lintasan optik sesuai dengan panjang koheren dari sumber cahaya foto
dioda yang kemudian diproses. Dari proses tersebut didapatkan diagram
sistematik dari sistem OCT interferometer fiber optic.
4.
Prinsip
Kerja
Prinsip Kerja Sebuah interferometer
Michelson terdiri dari dua buah cermin yaitu M1 dan M2. Sumber cahaya S
memancarkan cahaya monokromatik yang kemudian dibagi oleh pembagi sinar (beam
splitter) M di titik C, di mana pembagi sinar (beam splitter) ini berupa cermin
setengah-perak. M bersifat setengah reflektif, sehingga berkas cahaya ada yang
dipantulkan dan ada yang diteruskan. Berkas yang dipantulkan menuju ke titik A
sehingga terpantul kembali oleh M1 dan berkas yang diteruskan menuju ke titik B
sehingga terpantul oleh M2. Kedua berkas tersebut bersatu kembali di titik C'
sehingga terbentuk pola interferensi yang terlihat oleh pengamat di titik E
(detektor). Sebagai aplikasi atau
penerapannya di bidang kesehatan adalah pada OCT (optical coherence tomography)
yang merupakan teknik pencitraan medis.
Prinsip kerja alat Tetapi ada yang
harus diperhatikan selama menggunakan alat penunjang medis/ keperawatan ini.
Analisis selular OCT juga mampu menampilkan lapisan demi lapisan potongan
melintang area sekitar papil 360 derajat dengan resolusi tinggi. Analisis
numerik ketebalan LSSR mengacu kepada “ISNT rule” atau inferior, superior,
nasal dan temporal rule yang merupakan acuan standar yang digunakan untuk
mendeteksi tanda-tanda awal dari neuropati optik. Struktur seluler LSSR kuadran
superior dan inferior adalah yang paling sensitif terhadap perubahan tekanan
bola mata dan cenderung menjadi indikasi awal terjadinya glaukoma dan menjadi
tanda glaukoma pre perimetrik yang belum terdeteksi oleh pemeriksaan lapangan
pandang. Namun ketebalan kuadran lainnya juga memberikan arti penting dalam fungsi
penglihatan yang juga perlu dicermati (Kaushik & Pandav, 2010). Dalam
melakukan pemeriksaan OCT, salah satu yang harus diperhatikan adalah kejernihan
optik. Wong, et al., (2010), melaporkan bahwa kekeruhan media optik dapat
mempengaruhi hasil pemeriksaan OCT. Kekeruhan media yang ada dapat menurunkan
kekuatan sinyal optik sinar OCT. Kekuatan
sinyal berkisar 0 hingga 10. Sinyal dibawah 6 menandakan hasil pengukuran yang
kurang sahih dan kurang terpercaya. Maka kekuatan sinyal adalah hal yang
penting yang harus diperhatikan dalam interprestasi hasil pemeriksaan (Lumbroso
& Rispoli, 2009). Hal- hal yang harus diperhatikan saat menggunakan
alat-alat berbasis OCT pada pemeriksaan penunjang medis meliputi: keamanan bagi
lingkungan klinik, pemajanan elektromagnetik tehadapa alat yang lain harus
diperhatikan, kualitas daya listik harus diperhatikan, dan radiasi laser harus
tetap dijaga pada level yang aman. Penggunaan alat-alat yang menggunakan
teknologi elektromagnetik sangat berpengaruh terhadap lingkungan dan makhluk
hidup disekitarnya. Oleh karena itu, OCT yang digunakan harus aman bagi
lingkungan klinik. Kualitas daya listrik harus benar-benar dipastikan berada
pada daya yang dibutuhkan, hal ini akan berdampak pada pemancaran gelombang
elektromagnetik yang hasilkan. OCT biasanya menggunakan daya hanya beberapa
miliwatt, dan terkadang radiasinya akan jatuh dari radiasi standar maksimum
yang digunakan pada kulit dan jaringan lunak. Oleh karena itu, harus
benar-benar malakukan pengecekan daya alat OCT. Didalam keperawatan pun peran
keperawatan terhadap peralatan medis OCT untuk menunjang penegakan diagnosis.
Dengan adanya teknologi medis
seperti Optical Coherence Tomography (OCT) Posterior Segment, tentu saja
bermanfaat terhadap dunia kesehatan. Selain dapat membantu menegakkan diagnosa
OCT dapat digunakan untuk terapi laser. Hal tersebut akan sangat membantu dalam
menunjang penegakan diagnosis juga penelitian-penelitian dalam perkembangan
ilmu kesehatan.
Untuk system kerja OCT ketika berkas
sinar laser dioda mengenai suatu bahan (sampel) uji, maka intensitas yang
datang akan dilemahkan melalui proses absorpsi (serapan) dan penghamburan oleh
bahan uji tersebut menjadi . Intensitas berkas sinar laser yang terlemahkan ini
akan direspon oleh suatu fotodioda sebagai sensor (detektor) sinar. Dengan
asumsi Hukum Beer-Lambert berlaku, maka secara matematik fenomena ini dapat
dinyatakan sebagai dengan koefisien pelemahan (atenuasi) total yang tergantung
pada proses serapan dan hamburan sinar-laser, dan merupakan ketebalan bahan uji
(Watanabe, 1998). Dalam penelitian ini diambil dua asumsi yaitu pertama proses
hamburan diabaikan, sehingga sinar laser secara sempurna diserap oleh bahan uji
dan yang kedua berkas sinar laser adalah berupa suatu garis tunggal. Dengan
demikian, bahan uji menjadi penghalang berkas sinar laser sebelum dideteksi
oleh fotodioda.
Pinsip dasar tomografi yaitu proses
pelemahan (atenuasi) sinar-laser oleh bahan uji Hasil program kontrol sistem
tomografi optik terkomputerisasi seperti tampak pada Gambar 9. Hasil
pengambilan data proyeksi dapat ditampilkan secara visual pada layar monitor,
yaitu berupa grafik dua dimensi dengan sumbu vertikal menunjukkan pergeseran
bahan uji tiap detik dan sumbu horisontal menunjukkan intensitas cahaya saat
pencuplikan dalam desimal. Program kontrol dari sistem tomografi optik
terkomputerisasi ini dilengkapi beberapa tombol dengan fungsi masing-masing..
Fungsi dari masing-masing tombol yang tampak pada layar adalah sebagai berikut
:
1. Tombol
Mulai, digunakan untuk memulai pengambilan data
2. Tombol
Reset, digunakan untuk mereset seluruh proses pengambilan data.
3. Tombol
Keluar, digunakan untuk keluar dari program sistem tomografi optik terkomputerisasi.
4. Data ke , menunjukkan banyaknya data yang telah di
ambil.
5. Grafik Proyeksi, Menunjukkan grafik pengambilan
data.
6. Data
Proyeksi, Menunjukkan angka pengambilan data dalam bentuk Tabel. Dalam unjuk kerja alat yang telah
dirancang-bangun mencoba untuk melakukan proses standar tomografi yaitu
mengiris tampang lintang bagian tertentu dari bahan uji. Secara teknis proses
pengirisan ini dilakukan dengan menggeser vertikal bahan uji. Untuk irisan
bagian atas, berkas sinar laser akan terhalang oleh satu penghalang yaitu
berupa gabus berbentuk segiempat. Sementara itu pada irisan bagian bawah,
berkas sinar laser akan terhalangi oleh dua penghalang gabus yaitu berbentuk
segiempat dan segitiga. Telah berhasil
dirancang sebuah sistem tomografi optik terkomputerisasi berbasis pada pasangan
berkas sinar laser dioda dan fotodioda sebagai detektornya. Perangkat lunak
sistem kontrol dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Delphi 6, sedangkan
untuk rekonstruksi citra digunakan MATLAB